Teater adalah suatu seni yang melukiskan sifat manusia dengan gerak dan prilaku, Kata teater berasal dari bahasa Yunani Theatron yang berarti Tempat tontonan atau gedung pertunjukan. Robert Cohen (1983) menyebutnya sebagai wadah kerja artistik dengan aktor menghidupkan tokoh, tidak direkam tetapi langsung dari naskah. Dari definisi tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa teater adalah suatu pekerjaan seni yang dipentaskan langsung kepada para penonton tanpa memberikan kesempatan kepada pelaku seni untuk melakukan adegan ulang.
perkembangan teater di Indonesia menunjukkan kaitan dengan upacara adat dan keagamaan-tradisional, yaitu menonjolkan unsur utama yang berupa cerita, pelaku, dan penonton, sedangkan teater istana lebih banyak mengambarkan gagasan-gagasan kesantunan, kehalusan perasaan, dan keagungan. Pada 1950-an berdirinya Akademi Teater Nasional Indonesia (ATNI) di Jakarta dan Akademi Seni Drama dan Film Indonesia (ASDRAFI) di Yogyakarta, menunjukkan perkembangan teater modern Indonesia. Sejak tahun 1958 sampai tahun 1963 dikenal dengan zaman keemasan teater yang pertama.
Zaman keemasan teater kedua, yaitu ketika didirikan Taman Ismail Marzuki (TIM) di bawah kepengurusan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), pada 19 Juni 1968. Perkembangan teater kemudian tidak terlepas dari segala macam bentuk kebijakan dan aturan yang dikeluarkan pemerintah Orde Baru sehingga pekerja-pekerja teater terjebak dalam penafsiran-penafsiran terhadap keinginan pemerintah. Hal tersebut menciptakan kesenjangan antara pekerja teater dengan penontonnya. Akibatnya adalah kemandekan perkembangan teater di dasawarsa 1980-an.
Bersambung…. (kalo gue sempet yeh… hehe)
Filed under: Seni dan Budaya




mana sambungannya nih……..gak muncul2…..:P